Pokémon Go dan Politik di Banten

Belakangan ini Pokémon Go jadi trending topik diberbagai belahan dunia bukan hanya bagi seorang gamer sejati, gamer seperti saya juga yang cuma ikut-ikutan akhirnya install juga di hp, ngga ketinggalan pula didaerah saya sendiri, yakni Provinsi Banten secara luas sudah bisa terlihat dimana-mana ada banyak pokestop dan gym, Pokémon Go sendiri merupakan permainan yang memadukan teknologi GPS dan Augmented Reality yang secara otomatis mengharuskan para pemainnya berjalan keluar rumah untuk mencari Pokémon dan mendekati pokestop yang berisi item-item yang dibutuhkan untuk menangkap Pokémon setelah itu para pemain akan mengadu jagoan Pokémon mereka di gym battle, sebelum bisa bertarung para pemain Pokémon diharuskan terlebih dahulu memilih team mana yang mereka suka, Valor didominasi warna merah, Instinct dengan warna kuning lalu Mystic warna biru.

Sebelum rilis resmi di Indonesia, saya mengunduh file berupa apk lewat browser, maka  kurang lebih dari dua bulan yang lalu saya bermain Pokémon Go hingga sampai tulisan ini di poskan di blog ini, saya sudah berada di level 15 dengan Pokémon Vaporeon yang menduduki Combat Power/CP tertinggi; yakni 1237, tapi ada bahkan yang baru seminggu sudah level 21 bahkan lebih tinggi bukan hanya seminggu yang baru sehari pun sudah level 31, kalau difikir-fikir ini yang main sudah kelewat hebat atau bagaimana terus disisi lain kasian dengan pemain yang rumahnya sebelahan dengan pokestop dan gym tapi dia ngga bisa menikmati mata pencarian itu karena si pemain hebat ini sudah menduduki posisi teratas di gym tersebut, mending sama teamnya masih ada harapan slot kosong, ini mah sudah beda slot penuh pula yang mengisi si pemain hebat itu semua, rasanya rasa demokrasi pun harus ditumbuhkan dalam bermain permainan.

Lanjutkan membaca Pokémon Go dan Politik di Banten

Kali Pertama dan Kedua

Sebelum Raisa nyanyi kali kedua, saya sudah dengar yang kali pertama dinyanyikan oleh Asmidar penyanyi kenamaan asal dari Malaysia, ada kesamaan di kedua lagu dan penyanyi yang berbeda kebangsaan tersebut, yang pertama sama-sama solo karir, yang kedua alur dari lagu yang dinyanyikan oleh kedua penyanyi sama-sama bercerita kalau Mba Raisa dan Mba Asmidar ngga bisa move on, yang pada intinya baik Raisa maupun Asmidar adalah mantan terindah bagi saya, namun apa daya kita harus berpisah, karena yang saya tahu biasanya perempuan yang dewasa dari laki-laki ngga mungkin mempertahankan berondong kaya saya.

Pegang tanganku bersama jatuh cinta
Kali kedua pada yang sama
Sama Indahnya – Raisa, Kali Kedua

Namun semuanya hanyalah ilusi
Namun ku pejamkan mata
Dan berdoa untuk kembali pada – Kali Pertama, Asmidar

Maka apalah arti menunggu, biar saja sampai kebintang toh kalau LDR paling cuma bisa dengerin tari lagu hati, yang penting sudah jatuh hati saja sudah senang apalagi sampai bila cinta ada, hal yang bikin ngga bisa move on itu karena pada awalnya dari kita yang satu sama lain saling memberi lebih untuk berharap secerca cahaya dimasa mendatang untuk apa kalau bukan masa depan hubungan, ngomong opooo!

Lanjutkan membaca Kali Pertama dan Kedua

The Spirit Carries On

Pagi ini saya bangun agak telat untuk shalat subuh kemudian saya lihat handphone bahwa kita harus stand by pukul 6 ditempat acara shalat ied bersama pemerintah kabupaten Serang diadakan di alun-alun keramat watu, saya bangun jam 5 setelah beres semua baru saya berangkat, dijalan terdengar betapa syahdu alunan takbir mengumandangkan kemenangan bagi orang-orang yang menang dalam mencapai ketaqwaan dimata Tuhan, tepat saya menulis postingan blog ini adalah hari raya bagi seluruh umat muslim didunia.

Idul fitri ke 1437 Hijriyah saya harus rela bergegas untuk siap demi tugas suci dan mulia, yakni pekerjaan saya sebagai juru kamera, maka tahun ini bukan orang tua yang pertama kali saya cium tangan setelah shalat idul fitri, tapi orang lain, bukan hanya pekerjaan saya yang sangat menyita waktu hingga ngga bisa bersantai bersama keluarga setelah shalat idul fitri, masih ada bahkan banyak orang-orang yang saya temui dijalan semenjak pagi buta saya berangkat ke kantor yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

Saya menulis ini karena saya kira ini momentum untuk saya, siapa sangka dihari raya berikutnya posisi saya bukan sebagai juru kamera lagi, atau saya sudah ngga bekerja di televisi lagi, atau mungkin umur saya ngga sampai untuk menikmati hari raya selanjutnya, selain dari pada itu, ngga ada lagi yang membuat saya menulis jika bukan atas dasar senang menulis, saya harap menulis adalah obat pelipur lara ketika kesibukan datang tak kenal tempat dan waktu.

Lanjutkan membaca The Spirit Carries On

Belajar di Dunia Lain

Media sosial jika digunakan secara baik maka baik pula lah dampaknya terhadap diri sendiri maupun orang lain, maka dizaman sekarang ini dimana teknologi semakin berkembang perkembangan teknologi ngga lain dari peran konsumtif konsumen itu sendiri yang selalu ngga puas dengan penemuan baru sehingga ingin mencoba lagi penemuan yang lebih baru, ada facebook yang cuma bisa update status berupa text masih belum puas, kemudian facebook meng-update media sosial mereka sehingga dari yang hanya text kemudian bisa berbagi momen lewat foto dan video bahkan hingga sekarang lewat facebook, para penggunanya dapat siaran langsung berupa video, ngga berhenti di facebook, ada twitter, instagram, path, dll.

Sampai saya menulis posting ini, youtube adalah media sosial berbagi video yang sedang populer, padahal youtube berdiri sejak tahun 2005, februari yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal, Youtube sendiri adalah situs yang memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video, Pengguna youtube disebut youtuber. Yang ingin saya tulis adalah mengenai para youtuber khususnya di Indonesia, siapa yang ngga tahu apa itu “Vlog”. Apa itu vlog, menurut Urban Dictionary; adalah sebuah video dokumentasi jurnalistik yang berada di dalam web yang berisi tentang hidup, pikiran, opini, dan ketertarikan, saya ngga akan bahas sejarah panjang Vlog itu sendiri, seperti vlog; tulisan yang saya tulis ini pun merupakan apa yang saya fikir, opini juga, serta ketertarikan terhadap vlog, bukan ingin jadi vlogger.

Muzammil Hasballah, bukankah dia juga mengunggah video dirinya di youtube, berupa dokumentasi dirinya mengenai pemikirannya yang jika saya coba tafsirkan mungkin dia dan tuhannya yang lebih tahu, tapi saya sebagai subscribernya hanya ingin menulis dari sudut pandang saya sendiri ditulisan ini, dia lebih memilih menggunggah video agamis ketimbang video ngga karuan yang sebenarnya belum tentu manfaatnya bagi diri sendiri, ngga perlu lah ngomongin kejelekkan orang lain selagi diri sendiri masih bisa berusaha menjadi cermin yang baik bagi orang lain, mungkin seperti itu tafsiran saya terhadap Muzammil Hasballah.

Lanjutkan membaca Belajar di Dunia Lain

Remedial selayaknya bukan hanya memperbaiki nilai yang jelek yang secara tertulis diatas kertas, namun memahami kegiatan Remedial dan Pengayaan untuk Perbaikan Pembelajaran, maka perbaiki dahulu belajarnya lalu hasil akan mengikuti dan ngga akan menghianati. Semoga di Ramadan kali ini bisa memperbaiki nilai yang masih kurang di Ramadan kemarin.

Ceritanya Kita dan Lana Del Rey

Rita bilang dia sekarang sudah besar, sudah waktunya merealisasikan masa depan yang kemaren terkonsep di otak besarnya. Saya kira jika saya merumuskan dalam konteks usia nya, siapa sih yang ngga mau bikin orang tua bangga, dengan cara apapun termasuk saya sendiri ingin sangat ingin sekali membahagiakan kedua orang tua saya, hanya satu yang saya fikirkan, semakin saya beranjak dewasa semakin usia saya bertambah semakin pula kedua orang tua saya menua, maka sampai kapan akan menua jika bukan kematianlah ujungnya nanti, saya takut usia ngga mengijinkan keduanya untuk saya bahagiakan, tapi Rita bilang dia lebih takut jika ajal menjemputnya terlebih dahulu sebelum orang tuanya sedang Rita belum sempat membuat keduanya bahagia.

Jam 9:21 pm, awal saya menelepon kontak dengan nama ‘Ritaaaaaaaaa’ seperti biasa cuma basa-basi yang diucapkan seperti lagi apa, udah makan belum, iya gitu-gitu saja, habis kalau ngga didahului dia ngga akan ngomong duluan, tapi ya begitu saat saya dahulu saya pasti jadi murid dan dia ibu gurunya, sebenarnya apa yang saya tanya sangat-sangat ngga nyambung dengan apa yang dia jawab, malah sebenarnya bukan jawaban yang ia berikan tapi ngalor-ngidul saya ngomong apa dia bilang apa.

Contoh:

Sa: Ta, gua lagi liat foto lu tau!
Ta: Yang mana?
Sa: Foto bugil, (wkwkwk)
Ta: Emang ada?
Sa: Nih.
Ta: Gua tabok lu sir.
Sa: Lagian kaya ada aja (wkwkwk)

Lanjutkan membaca Ceritanya Kita dan Lana Del Rey

Menyerupai Setan

Sebelas bulan yang lalu, wajar bila ada manusia yang menganiaya sesama manusia hingga bahkan membunuh manusia lain meski itu adalah ibu kandung sendiri, ada apa? Ada aqidah yang lemah, ada setan yang selalu mencari titik lemah untuk terus menggoda, ada setan yang selalu terus mengajak kita menjadi temannya, hakikat setan seperti itu sampai hari penghakiman tiba, karena bukan hanya seperti pepatah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, namun di dalam aqidah yang rapuh terdapat setan yang utuh, jangankan aqidah yang rapuh yang terpelihara pun ada macam-macam godaan yang terus menerpa.

Bulan Ramadan adalah bulan spesial bagi semua orang beriman, dalam Ramadan ada banyak berkah baik secara sadar atau pun ngga, seperti yang kita semua tahu bahwa sebenarnya bulan ramadan adalah bulan untuk orang yang beriman dan bukan orang islam, maksud saya lebih tepatnya adalah bulan untuk orang yang ingin mencapai tingkat taqwa dihadapan sang pencipta. Maka dari sinilah manusia yang sebenarnya-benarnya ingin menjadi manusia harusnya memulai memanusiakan dirinya, lalu orang-orang islam yang belum tergugah oleh sapaan ‘HAI’ dari tuhan untuk terus belajar berislam hingga mencapai kemuliaan iman.

Sebelum ada pada jalan keislaman hingga pada titik keimanan lalu kemudian menjadi orang yang bertaqwa, mari bercermin apakah masih ada setan atau bahkan masih menyerupai setan dalam hal ucapan baik perbuatan dalam diri kita khususnya diri saya, saya yang sebelas bulan lalu masih sering terhasut atau mungkin bisa dibilang terhanyut dengan bujuk rayu setan, saya yang sering lupa bahwa saya adalah manusia tapi kenapa menyerupai setan, saya sendiri menyadari kelemahan yang saya punya khususnya dari sisi aqidah yang masih terkontaminasi aqidah dari luar, maka inilah momentum.

Lanjutkan membaca Menyerupai Setan